Saturday, 13 April 2013

Posted by Septian Hidayat
No comments | 10:41
Kapal perang ini merupakan hasil saling tukar ilmu antara TNI AL lewat fasharkan (Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan) Mentigi dan PT Batan Expressindo Shipyard (BES), Tanjung Guncung. Dikerjakan selama 14 Bulan dan 100 % ditangani oleh putra-putri Indonesia. Berbahan baku aluminium, bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 Mil. Dilengkapi dengan radar dengan jangkauan 96 Nautical Mil (setara 160 Km) dengan system navigasi GMDSS area 3 dengan kecepatan terpasang 25 Knots.
 Luasnya perairan dan berbatasan dengan beberapa negara tetangga, Indonesia terus berbenah diri dengan anggaran yang terbatas untuk dapat mencapai MEF (Minimum Essential Forces) dalam ketersediaan kapal perang dan patroli yang mencukupi untuk mengamankannya, TNI AL mencoba beberapa galangan kapal yang ada di seluruh nusantara untuk dapat membuat kapal perang secara mandiri untuk dapat beroperasi di perairan dangkal sebagai kapal patroli. Setelah berhasil membeli 4 kapal jenis korvet dari Belanda, TNI AL mencoba membuat kapal sejenis buatan Indonesia dengan desain yang menyerupai kapal Sigma Class tapi beda kelas dan ukurannya, maka banyak pengamat yang menamakannya sebagai Baby Sigma.

Semoga Bermanfaat :)
Reactions:
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Pesan untuk Blogger

Jika sobat punya pertanyaan atau saran, silahkan tuangkan didalam kotak komentar :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
<bgsound src="http://www.4shared.com/embed/i_rKRv0L/We_Are_The_Champions_-_Instrum.swf"> </bgsound>

Home